Thursday, October 6, 2011

OSIS pembinaan remaja di lingkungan sekolah

anggota OSIS
Sekolah sebagai lembaga formal  di percayakan oleh pemerintah maupun orang tua untuk mendidik anak-anak sampai remaja. Sampai saat ini meskipun sekolah beserta guru bukan sebagai monopoli untuk mendidik anak-anak. Namun para orang  tua selalu berharap banyak kepada pihak guru dan sekolah untuk mengajar, melatih serta mendidik putra-putri mereka supaya mandiri dan berguna seabagai generasi penerus sesuai dengan harapan dan cita-cita.


Peserta didik atau Siswa selain mendapat bimbingan untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan, pesan moral,   keahlian dan  pelatihan  keterampilan.  Cipta, Rasa, Karsa(menurut istilah Prof. Hajar dewantara) Juga mendapat Latihan untuk belajar berorganisasi.  Organisasi dilingkungkungan sekolah di Indonesia adalah  OSIS yang dimulai dari sekolah menengah pertama (SMP), sekolah Menengah atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).


OSIS sebagai sarana untuk anak-anak remaja dalam mengapresiasikan diri dalam berorganisasi. Osis sebagai lembaga eksekutif dikalangan siswa bermitra kerja dengan MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas) yang merukan lembaga laegislatifnya Siswa. Anggota osis adalah seluruh siswa di sekolah yang bersangkutan.
Pengurus OSIS terutama ketua memiliki posisi penting disekolah sehingga ketua OSIS biasanya dikenal oleh guru sama seperti halnya guru gampang ingat  kepada siswa yang nakal. Ketua Osis biasanya orang orang terpilih baik dari segi disiplin atau prestasi akademik karena sebelum pencalonan  guru (pembina Osis) mengadakan seleksi terlebih dahulu dan menetapkan kriteria tertentu. Pengurus Osis biasanya menjadi Etalase juga contoh siswa yang disiplin disekolah tersebut.

Dalam kehidupan nyata perpolitikan negara yang menganut demokrasi ada lembaga eksekutif yaitu kepresidenan serta legislatif yaitu parlemen. Secara Langsung dengan OSIS siswa diajarkan untuk berorganisasi sekaligus simulasi demokrasi. Dalam Osis sistem demokrasi ini tentunya sangat sederhana sekali tidak serumit demokasi di sebuah negara. Misalnya dalam OSIS tidak ada sistem partai Ketua Osis dipilih langsung oleh anggota osis, MPK sebagai pembawa aspirasi siswa dari tiap kelas hanya mempasilitasi dan menyampaikan aspirasi serta menerima atau menolak laporan pertanggung jawaban aketua OSIS.
Ada hikmah yang bisa diambil dari kepengurusan OSIS.
  1. Kepengurusan OSIS hanya satu tahun untuk ketua biasanya kelas 8 SMP atau Kelas 11 SMA dan SMK. Tidak pernah ada Ketua OSIS yang berusaha Mempertahankan Jabatan seperti presiden dalam suatu Negara
  2. Mitra Kerja OSIS yaitu MPK tidak pernah mengungkit-ngungkit kesalahan OSIS seperti DPR mengungkit kesalahan Presiden dalam sebuah negara
  3. Anggota OSIS selalu mendukung terhadap program pengurus OSIS, tidak seperti rakyat sebuah negara kadang kadang ada yang selalu mencari-cari kesalahan presiden
  4. Dalam kepengurusan OSIS tidak pernah ada rumor penggantian kabinet seperti dalam pemerintahan sebuah negara
  5. Pengurus OSIS tidak pernah ada yang korupsi sehingga tidak perlu dibentuk KPK

Seandainya urusan negara sesederhana Urusan OSIS misalnya tidak ada yang korupsi makan Presiden tidak usah membentuk KPK,  maka gampang sekali untuk upaya menambah kesejahteraan rakyat 

3 comments:

  1. oche-oche gan osis kan anak-nak tidak sekomplek negara

    ReplyDelete
  2. @Anonimsepertinya hampir sama juga hanya ruang lingkup yang lebih luas

    ReplyDelete
  3. bener bgt wlpun sya dulu bkn OSIS tpi srg brurusan dg guru BK hahaha... jgn lupa mampir ke eMingko Blog

    ReplyDelete

sebagai saran serta kritik tentang isi blog, isi artikel silakan isi pada kolom komentar berikut